Pembekalan TPM P3-TGAI 2026 Wilayah Kerja OP SDA V, Perkuat Pendampingan 98 Desa Penerima Program di Aceh Besar
Banda Aceh, 17/6 – Kegiatan Pembekalan Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM) Tahun 2026 dilaksanakan di Aula Hotel Grand Nanggroe sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) Tahun Anggaran 2026 Tahap Kedua. Sebanyak 50 orang TPM mengikuti kegiatan tersebut untuk memperkuat kapasitas pendampingan di lapangan. Para peserta merupakan TPM terbaik yang telah lolos melalui proses seleksi penerimaan sebelumnya. Kegiatan ini difokuskan bagi TPM yang akan bertugas di wilayah Kabupaten Aceh Besar. Wilayah tersebut merupakan area kerja Kegiatan OP SDA V.
Pembekalan ini diselenggarakan untuk memastikan para TPM memiliki pemahaman yang komprehensif mengenai pelaksanaan program P3-TGAI. Para pendamping nantinya akan mendampingi 98 desa penerima program pada tahap kedua Tahun Anggaran 2026. Peran TPM dinilai sangat penting dalam mendukung kelompok Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) selama pelaksanaan kegiatan. Melalui pendampingan yang baik, pelaksanaan program diharapkan berjalan sesuai ketentuan dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat. Selain itu, kualitas pekerjaan juga dapat lebih terjamin.
Berbagai materi teknis dan administrasi diberikan kepada peserta selama kegiatan berlangsung. Materi tersebut meliputi pedoman umum dan petunjuk teknis pelaksanaan P3-TGAI. Peserta juga mendapatkan pembekalan mengenai tata cara pelaksanaan pekerjaan secara swakelola. Selain itu, disampaikan materi terkait desain dan pengawasan pekerjaan perbaikan, rehabilitasi, serta peningkatan jaringan irigasi. Seluruh materi dirancang untuk mendukung kesiapan TPM dalam menjalankan tugas di lapangan.
Kegiatan pembekalan juga menjadi sarana untuk menyamakan persepsi dan meningkatkan koordinasi antara penyelenggara program dengan para pendamping. Dengan pemahaman yang seragam, TPM diharapkan mampu memberikan arahan yang tepat kepada kelompok masyarakat penerima manfaat. Pendekatan partisipatif yang menjadi ciri khas P3-TGAI memerlukan pendampingan yang efektif agar seluruh tahapan kegiatan dapat terlaksana dengan baik. Karena itu, peningkatan kapasitas TPM menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan program. Hal ini sekaligus mendukung pengelolaan jaringan irigasi yang lebih berkelanjutan.
Melalui kegiatan pembekalan ini, diharapkan seluruh TPM dapat menjalankan tugas pendampingan secara profesional, akuntabel, dan sesuai ketentuan yang berlaku. Keberadaan TPM di lapangan akan membantu masyarakat dalam merencanakan, melaksanakan, hingga mempertanggungjawabkan kegiatan P3-TGAI. Program ini menjadi salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan layanan irigasi berbasis pemberdayaan masyarakat. Dengan dukungan pendamping yang kompeten, pelaksanaan program di 98 desa penerima manfaat diharapkan berjalan lancar dan tepat sasaran. Pada akhirnya, peningkatan kualitas jaringan irigasi akan mendukung produktivitas pertanian dan kesejahteraan masyarakat.
