Presiden Resmikan Bendungan Rukoh Bersama Empat Bendungan Lain, Dukung Ketahanan Pangan Nasional
Pidie, 10/7 – Presiden Republik Indonesia meresmikan Bendungan Rukoh di Kabupaten Pidie, Aceh, pada Jumat (10/7). Peresmian dilakukan secara serentak bersama empat bendungan lainnya, yakni Bendungan Keureuto di Aceh Utara, Bendungan Sidan di Bali, Bendungan Jlantah di Jawa Tengah, dan Bendungan Meninting di Nusa Tenggara Barat. Presiden bersama sejumlah menteri hadir secara langsung di Bendungan Meninting, sedangkan peresmian empat bendungan lainnya, termasuk Bendungan Rukoh, dilaksanakan secara virtual melalui konferensi video. Peresmian ini menjadi tonggak penting dalam penguatan infrastruktur sumber daya air untuk mendukung ketahanan pangan nasional.
Bendungan Rukoh dibangun pada periode 2018 hingga 2024 sebagai salah satu infrastruktur strategis di sektor sumber daya air. Kehadirannya mampu melayani daerah irigasi seluas 12.194 hektare yang tersebar di Kabupaten Pidie. Dengan jaminan pasokan air yang lebih andal, bendungan ini diharapkan mampu meningkatkan intensitas tanam, produktivitas pertanian, serta memperkuat upaya mewujudkan swasembada pangan. Selain itu, bendungan juga berperan dalam menjaga ketersediaan air bagi masyarakat secara berkelanjutan.
Dalam sambutannya, Menteri Pekerjaan Umum menegaskan bahwa pengelolaan sumber daya air yang baik merupakan kunci keberhasilan pembangunan. Menurutnya, bendungan harus dikelola secara tertib dan optimal agar manfaatnya dapat dirasakan secara maksimal oleh masyarakat. Air yang ditampung tidak hanya dimanfaatkan untuk layanan irigasi, tetapi juga sebagai penyedia air baku serta berbagai kebutuhan lainnya. Tata kelola yang baik akan memastikan keberlanjutan fungsi bendungan sebagai infrastruktur vital bagi kehidupan dan pembangunan.
Presiden Republik Indonesia menyampaikan bahwa keberadaan bendungan menjadi salah satu fondasi utama dalam meningkatkan produktivitas sektor pertanian nasional. Ketersediaan air irigasi yang memadai akan membantu petani meningkatkan hasil panen sehingga target swasembada pangan dapat tercapai. Presiden menegaskan bahwa apabila kebutuhan pangan dalam negeri mampu dipenuhi sendiri, Indonesia tidak lagi bergantung pada impor. Kondisi tersebut diyakini akan menghemat anggaran negara hingga ratusan triliun rupiah yang selama ini digunakan untuk memenuhi kebutuhan pangan dari luar negeri.
Peresmian Bendungan Rukoh bersama empat bendungan lainnya mencerminkan komitmen pemerintah dalam memperkuat ketahanan air dan pangan melalui pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan. Kehadiran bendungan tidak hanya memberikan manfaat bagi sektor pertanian, tetapi juga mendukung penyediaan air baku, pengelolaan sumber daya air, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dengan beroperasinya Bendungan Rukoh, Kabupaten Pidie diharapkan semakin siap menjadi salah satu kawasan penyangga produksi pangan di Aceh sekaligus mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional.
