Balai Wilayah Sungai Sumatera I Perkuat Sinkronisasi Program Melalui Rapat Pokja I TKPSDA WS Alas Singkil
Banda Aceh, 20/5 — Sekretariat TKPSDA WS Alas Singkil pada Balai Wilayah Sungai Sumatera I melaksanakan Rapat Kelompok Kerja (Pokja) I TKPSDA WS Alas Singkil Tahun 2026 pada Rabu, 20 Mei 2026, bertempat di Ruang Rapat Keuliling BWS Sumatera I. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari pemantapan persiapan sidang TKPSDA serta penyusunan dan penyelarasan program antar pemangku kepentingan di wilayah sungai Alas Singkil. Rapat dihadiri oleh unsur pemerintah daerah, instansi teknis, akademisi, dan LSM dari Provinsi Aceh maupun Sumatera Utara. Sejumlah instansi dan LSM khususnya dari Sumatera Utara mengikuti kegiatan secara daring melalui Zoom Meeting. Pelaksanaan rapat hybrid tersebut dilakukan untuk memperkuat koordinasi lintas wilayah secara lebih efektif dan efisien.
Rapat Pokja I tahun ini menitikberatkan pembahasan pada isu hidrometeorologi yang menjadi perhatian bersama dalam pengelolaan sumber daya air di WS Alas Singkil. Berbagai dinamika cuaca ekstrem, potensi banjir, hingga ancaman kekeringan menjadi topik utama yang dibahas dalam forum tersebut. Para peserta juga mendiskusikan perlunya penguatan data hidrologi dan meteorologi sebagai dasar penyusunan program yang lebih adaptif dan terukur. Selain itu, pembahasan diarahkan pada upaya sinkronisasi langkah penanganan antar lembaga di dua provinsi agar lebih terpadu. Dengan koordinasi yang baik, program yang direncanakan diharapkan mampu menjawab tantangan pengelolaan sumber daya air secara berkelanjutan.
Dalam forum tersebut, masing-masing instansi menyampaikan rencana program, isu prioritas, serta tindak lanjut yang akan dibahas lebih mendalam pada sidang TKPSDA mendatang. Sinkronisasi program antar sektor menjadi fokus utama agar pelaksanaan kegiatan di lapangan dapat berjalan lebih efektif dan tidak tumpang tindih. Kegiatan ini juga menjadi ruang diskusi untuk menyelaraskan arah kebijakan pengelolaan sumber daya air antara Provinsi Aceh dan Sumatera Utara. Perwakilan pemerintah daerah dan lembaga terkait turut memberikan masukan mengenai kondisi aktual di wilayah masing-masing. Seluruh hasil pembahasan nantinya akan dirumuskan sebagai bahan rekomendasi dalam agenda sidang TKPSDA berikutnya.
Selain instansi pemerintah, keterlibatan LSM dalam rapat Pokja turut memberikan perspektif terhadap aspek lingkungan dan sosial di wilayah DAS Alas Singkil. Diskusi berlangsung aktif dengan berbagai usulan terkait penguatan konservasi daerah tangkapan air serta peningkatan kesiapsiagaan terhadap bencana hidrometeorologi. Kehadiran berbagai pihak dalam forum ini menunjukkan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam pengelolaan wilayah sungai. Melalui komunikasi yang terbangun secara terbuka, setiap pihak dapat memahami tantangan serta kebutuhan program di masing-masing wilayah. Sinergi tersebut menjadi langkah penting dalam mendukung pengelolaan sumber daya air yang lebih terintegrasi.
Pelaksanaan Rapat Pokja I TKPSDA WS Alas Singkil Tahun 2026 diharapkan mampu memperkuat koordinasi dan penyelarasan program antar pemangku kepentingan sebelum pelaksanaan sidang TKPSDA. Forum ini juga menjadi bagian dari upaya membangun pengelolaan sumber daya air yang responsif terhadap isu hidrometeorologi dan perubahan lingkungan. Sekretariat TKPSDA WS Alas Singkil terus mendorong kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga terkait dalam menjaga keberlanjutan wilayah sungai. Dengan dukungan seluruh pihak, berbagai program yang direncanakan diharapkan dapat berjalan lebih optimal dan tepat sasaran. Hasil rapat ini selanjutnya akan menjadi dasar pembahasan pada agenda sidang TKPSDA mendatang.
