BWS Sumatera I Bersihkan Bendung Krueng Aceh di Seulimeum untuk Kurangi Risiko Banjir dan Jaga Irigasi
Aceh Besar, 19/1 — Upaya pengurangan risiko banjir terus dilakukan melalui kegiatan pembersihan Bendung Krueng Aceh yang berada di Kecamatan Seulimeum. Kegiatan ini meliputi pengangkutan sedimen serta pembersihan sampah yang mengendap di sekitar bangunan bendung. Langkah tersebut menjadi bagian dari perawatan rutin infrastruktur sumber daya air. Tujuannya untuk menjaga kapasitas aliran sungai tetap optimal.
Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I melaksanakan kegiatan ini sebagai bagian dari pengelolaan dan pemeliharaan bendung. Sedimen yang menumpuk berpotensi menghambat aliran air dan meningkatkan risiko banjir saat debit sungai meningkat. Oleh karena itu, pengangkutan sedimen dilakukan secara bertahap dengan dukungan alat berat dan tenaga lapangan. Sampah-sampah yang berpotensi menyumbat aliran juga dibersihkan.
Selain pembersihan, perawatan bendung turut dilakukan untuk memastikan kondisi bangunan tetap aman dan berfungsi dengan baik. Pemeriksaan fisik bangunan dan area sekitar menjadi bagian dari kegiatan tersebut. Perawatan ini penting untuk menjaga kinerja bendung dalam mengatur aliran air sungai. Dengan kondisi yang terjaga, bendung dapat beroperasi secara optimal dalam jangka panjang.
Kelancaran aliran air berdampak langsung pada sistem irigasi di wilayah hilir. Distribusi air irigasi yang lancar sangat mendukung aktivitas pertanian masyarakat. Dengan irigasi yang terjaga, produktivitas lahan pertanian dapat dipertahankan. Hal ini berkontribusi pada upaya mendukung ketahanan pangan daerah.
Melalui kegiatan pembersihan dan perawatan ini, BWS Sumatera I berupaya mengurangi risiko banjir sekaligus menjaga fungsi irigasi. Pengelolaan sumber daya air dilakukan secara berkelanjutan dan responsif terhadap kondisi lapangan. Diharapkan, manfaat dari kegiatan ini dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Infrastruktur yang terawat menjadi kunci pengelolaan air yang andal.
