BWS Sumatera I Evaluasi Progres Rehabilitasi Pasca Bencana di Aceh, Tiga Sungai dan Dua Muara Rampung
Banda Aceh, 31/3 — Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I menggelar rapat evaluasi progres rehabilitasi pasca bencana di sejumlah wilayah terdampak. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memastikan seluruh pekerjaan berjalan sesuai rencana dan target yang telah ditetapkan. Dalam rapat tersebut, dilaporkan bahwa penanganan pada tiga sungai dan dua muara telah selesai dilaksanakan. Capaian ini menunjukkan komitmen dalam percepatan pemulihan infrastruktur sumber daya air. Selain itu, hasil pekerjaan yang telah selesai diharapkan dapat memberikan perlindungan bagi masyarakat sekitar.
Secara umum, progres rehabilitasi pasca bencana di wilayah kerja BWS Sumatera I berjalan sesuai harapan. Pelaksanaan kegiatan di lapangan menunjukkan perkembangan yang signifikan, terutama pada titik-titik prioritas. Koordinasi antar tim terus diperkuat untuk menjaga kualitas dan ketepatan waktu pekerjaan. Monitoring rutin juga dilakukan guna memastikan setiap tahapan berjalan optimal. Dengan demikian, hasil pekerjaan dapat memberikan manfaat jangka panjang.
Meski demikian, terdapat beberapa progres pekerjaan yang belum mencapai target yang diharapkan. Hal ini menjadi perhatian khusus dalam rapat evaluasi yang dilaksanakan. BWS Sumatera I menegaskan bahwa pekerjaan yang belum sesuai target akan segera diselaraskan. Langkah penyesuaian dilakukan melalui percepatan pelaksanaan serta penguatan pengawasan di lapangan. Upaya ini bertujuan agar seluruh pekerjaan dapat selesai tepat waktu tanpa mengurangi kualitas.
Adapun pekerjaan perbaikan tanggul sungai yang telah dilaksanakan meliputi Desa Seunong, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya sepanjang 152 meter. Selain itu, perbaikan juga dilakukan di Desa Paloh, Kabupaten Pidie sepanjang 70 meter. Sementara itu, di Desa Meunasah Kumbang, Kecamatan Keumala, Kabupaten Pidie, perbaikan tanggul mencapai 200 meter. Infrastruktur tanggul ini berperan penting dalam mengurangi risiko banjir di kawasan tersebut. Keberadaan tanggul yang kuat diharapkan mampu melindungi permukiman dan lahan masyarakat.
Selain perbaikan tanggul, revitalisasi muara sungai juga menjadi fokus utama dalam rehabilitasi pasca bencana. Dua lokasi yang ditangani yaitu Muara Sungai Peudada dan Muara Sungai Beuracan. Revitalisasi ini bertujuan untuk memperlancar aliran air serta mengurangi potensi sedimentasi yang dapat memicu banjir. Penataan muara juga mendukung keberlanjutan ekosistem pesisir di wilayah tersebut. Dengan langkah ini, diharapkan fungsi sungai dan muara dapat kembali optimal serta memberikan manfaat bagi masyarakat.
