BWS Sumatera I Gelar Sidang III TKPSDA WS Alas-Singkil Bahas Isu Strategis Pengelolaan Sumber Daya Air
Banda Aceh, 8/7– Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I melaksanakan Sidang III Tim Koordinasi Pengelolaan Sumber Daya Air (TKPSDA) Wilayah Sungai Alas-Singkil Periode II Tahun 2026 yang berlangsung pada 8–10 Juli 2026 di Banda Aceh. Sidang mengangkat tema "Monitoring dan Evaluasi Isu-Isu Strategis Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Sungai Alas-Singkil" sebagai upaya memperkuat sinergi pengelolaan sumber daya air secara terpadu. Kegiatan ini dihadiri oleh anggota TKPSDA yang berasal dari unsur pemerintah, akademisi, serta pemangku kepentingan terkait. Sidang menjadi forum koordinasi untuk mengevaluasi berbagai isu strategis sekaligus merumuskan langkah-langkah pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan.
Dalam sambutannya disampaikan bahwa pengelolaan sumber daya air memiliki ruang lingkup yang sangat luas dan tidak dapat dibatasi oleh wilayah administrasi pemerintahan. Secara alami, air mengalir mengikuti ekosistem dari wilayah hulu hingga hilir sehingga memerlukan pengelolaan yang terintegrasi dengan melibatkan seluruh pihak yang berkepentingan. Baik dalam aspek pendayagunaan sumber daya air maupun pengendalian daya rusak air, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci untuk mewujudkan pengelolaan yang efektif. Oleh karena itu, koordinasi melalui forum TKPSDA memiliki peran strategis dalam menyatukan berbagai kepentingan tersebut.
Sidang juga membahas berbagai tantangan yang masih dihadapi dalam pengelolaan sumber daya air, di mana pelaksanaannya saat ini masih cenderung berjalan secara sektoral sesuai kebutuhan masing-masing bidang. Kondisi tersebut menyebabkan program dan kebijakan belum sepenuhnya terintegrasi sehingga efektivitas pengelolaan sumber daya air masih perlu ditingkatkan. Melalui forum ini, para anggota TKPSDA melakukan monitoring dan evaluasi terhadap isu-isu strategis di Wilayah Sungai Alas-Singkil sekaligus menyampaikan berbagai masukan untuk mendukung pengelolaan sumber daya air yang lebih terpadu. Pembahasan tersebut diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi yang dapat diimplementasikan oleh seluruh pemangku kepentingan.
Pengelolaan sumber daya air yang terpadu diarahkan untuk mewujudkan ketersediaan air yang mencukupi bagi berbagai kebutuhan masyarakat, menjaga mutu air sesuai peruntukannya, serta meningkatkan upaya pengendalian daya rusak air. Hal tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung pembangunan berkelanjutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Wilayah Sungai Alas-Singkil. TKPSDA sebagai wadah koordinasi diharapkan mampu memperkuat sinergi antarinstansi dalam menyelesaikan berbagai persoalan sumber daya air. Dengan demikian, setiap kebijakan yang dihasilkan dapat memberikan manfaat yang lebih optimal bagi masyarakat.
Melalui pelaksanaan Sidang III TKPSDA Wilayah Sungai Alas-Singkil ini, diharapkan seluruh anggota mampu memberikan masukan, solusi, serta rekomendasi yang konstruktif terhadap berbagai isu strategis pengelolaan sumber daya air. Hasil sidang akan menjadi salah satu dasar dalam penyusunan langkah-langkah tindak lanjut untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan sumber daya air di wilayah tersebut. BWS Sumatera I berkomitmen untuk terus mendorong pengelolaan sumber daya air yang terintegrasi, kolaboratif, dan berkelanjutan bersama seluruh pemangku kepentingan. Sinergi yang terbangun diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi kelestarian sumber daya air dan kesejahteraan masyarakat.
