Menteri PU Dody Hanggodo Tinjau Bendung Pante Lhong, Pastikan Irigasi Pulih dan Penguatan Tanggul Permanen
Bireuen, 24/2 – Dody Hanggodo meninjau langsung kondisi Bendung Pante Lhong yang terdampak banjir. Kunjungan kerja ini dilakukan usai tiba di Bandara Malikussaleh, Lhokseumawe, dalam rangka memastikan percepatan penanganan infrastruktur sumber daya air di Aceh. Peninjauan dilakukan bersama Bupati Bireuen, Mukhlis, serta jajaran Kementerian PU. Fokus utama kunjungan adalah memulihkan layanan irigasi agar suplai air ke lahan pertanian segera kembali normal.
Menteri Dody menegaskan bahwa prioritas saat ini adalah memastikan air dari bendung dapat segera mengalir ke sawah-sawah produktif. Langkah tanggap darurat telah dilakukan melalui pembangunan coverdam sementara. Selain itu, dilakukan normalisasi alur sungai dan pembersihan sedimen pada intake serta jaringan irigasi yang terdampak. Upaya ini ditargetkan mampu mempercepat pemulihan musim tanam petani setempat.
Tak hanya penanganan darurat, pemerintah juga menyiapkan langkah penguatan permanen tanggul kanan dan kiri sungai. Penguatan direncanakan sepanjang kurang lebih 20 kilometer guna mengurangi risiko kerusakan berulang saat banjir. Pekerjaan tersebut akan dilaksanakan secara bertahap dengan skema multiyears. Dengan pendekatan ini, perlindungan infrastruktur diharapkan lebih optimal dan berkelanjutan.
Bupati Mukhlis menyampaikan apresiasi atas respons cepat pemerintah pusat terhadap kerusakan yang terjadi. Ia menyebut terdapat enam saluran irigasi yang mengalami kerusakan dan lebih dari 2.000 hektare sawah terdampak. Pemerintah daerah berharap perbaikan darurat dapat rampung dalam bulan puasa. Dengan demikian, setelah Lebaran para petani dapat kembali turun ke sawah.
Kementerian PU optimistis percepatan penanganan dan penguatan permanen ini akan mengembalikan fungsi bendung secara optimal. Keberadaan bendung menjadi tumpuan utama produktivitas pertanian di Kabupaten Bireuen. Dengan irigasi yang pulih, petani diharapkan mampu melakukan dua hingga tiga kali masa tanam dalam setahun. Langkah ini sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah dan mendukung swasembada nasional.
