Percepatan Pembangunan Sumur Bor Pascabanjir Terus Berjalan di Aceh, BWS Sumtera I Selesaikan 4 Titik
Aceh Tamiang, 19/1 — Upaya penyediaan air bersih pascabanjir di Provinsi Aceh terus dilakukan melalui percepatan pembangunan sumur bor di sejumlah wilayah terdampak. Hingga pertengahan Januari 2025, pekerjaan dilaksanakan secara bertahap oleh Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air dan Direktorat Jenderal Cipta Karya. Langkah ini menjadi bagian dari respons tanggap darurat untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. Fokus utama pekerjaan adalah memastikan akses air bersih yang aman dan berkelanjutan. Progres pekerjaan terus dimonitor secara berkala di lapangan.
Pada pekerjaan yang dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, dari total 24 titik sumur bor yang direncanakan di Kabupaten Aceh Tamiang, sebanyak empat titik telah menyelesaikan tahap pengeboran. Selain itu, sebanyak 17 titik lainnya masih berada pada tahap pengerjaan survei geolistrik. Survei ini dilakukan untuk memastikan potensi dan kedalaman sumber air tanah yang optimal. Seluruh tahapan dikerjakan sesuai standar teknis yang berlaku. Pekerjaan terus dilanjutkan secara paralel agar target segera tercapai.
Sementara itu, Direktorat Jenderal Cipta Karya juga melaksanakan pembangunan sumur bor di tiga kabupaten terdampak banjir. Dari total 41 titik yang direncanakan, sepuluh titik telah menyelesaikan tahap pengeboran. Selain itu, sebanyak 19 titik lainnya masih dalam proses pengerjaan geolistrik. Kegiatan ini menjadi bagian dari sinergi lintas unit di Kementerian PU. Tujuannya adalah mempercepat pemulihan layanan dasar bagi masyarakat.
Pelaksanaan pekerjaan sumur bor dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi lapangan dan akses lokasi. Tim teknis terus berkoordinasi untuk memastikan pekerjaan berjalan efektif dan tepat sasaran. Setiap tahapan dilaksanakan dengan prinsip kehati-hatian agar kualitas sumber air tetap terjaga. Kehadiran sumur bor diharapkan mampu menjadi solusi jangka menengah hingga panjang. Terutama dalam menghadapi kondisi darurat akibat bencana.
Melalui percepatan pembangunan sumur bor ini, Kementerian PU berkomitmen untuk memastikan ketersediaan air bersih bagi masyarakat terdampak banjir di Aceh. Pekerjaan akan terus dilanjutkan hingga seluruh titik yang direncanakan selesai. Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari penguatan ketahanan air di wilayah rawan bencana. Pemerintah berharap masyarakat dapat segera merasakan manfaat dari infrastruktur yang dibangun. Sinergi dan percepatan menjadi kunci dalam pemulihan pascabanjir.
