Perkuat Sinergi Pascabencana, Balai Kementerian PU Audiensi dengan Pangdam Iskandar Muda
Banda Aceh, 10/6 – Balai Kementerian Pekerjaan Umum melaksanakan audiensi dengan Panglima Komando Daerah Militer Iskandar Muda (Pangdam IM) guna memperkuat koordinasi percepatan penanganan tanggap darurat serta rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab rekon) pascabencana di wilayah Aceh. Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya mempererat sinergi lintas sektor dalam mendukung percepatan pemulihan infrastruktur dan pelayanan masyarakat terdampak bencana. Audiensi berlangsung dalam suasana konstruktif dengan fokus pada penguatan koordinasi pelaksanaan program di lapangan. Kolaborasi antarinstansi dinilai penting untuk memastikan seluruh tahapan pemulihan berjalan efektif dan tepat sasaran.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas sejumlah langkah strategis terkait percepatan penanganan infrastruktur yang terdampak bencana. Pembahasan meliputi pemulihan akses jalan dan jembatan, pengendalian sumber daya air, serta perbaikan fasilitas permukiman dan prasarana dasar lainnya. Balai Kementerian PU menyampaikan perkembangan pelaksanaan program pemulihan yang sedang berjalan di sejumlah wilayah terdampak. Upaya percepatan terus dilakukan agar masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan aman dan nyaman.
Balai Kementerian PU juga menegaskan komitmennya untuk mendukung pelaksanaan program rehabilitasi dan rekonstruksi secara berkelanjutan. Pembangunan kembali infrastruktur dilakukan dengan menerapkan prinsip build back better guna menghadirkan sarana yang lebih kuat, aman, dan tangguh terhadap risiko bencana di masa mendatang. Pendekatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan ketahanan wilayah sekaligus mengurangi dampak bencana serupa pada masa yang akan datang. Selain itu, aspek kualitas dan keberlanjutan menjadi perhatian utama dalam setiap tahapan pekerjaan.
Pada kesempatan yang sama, Pangdam Iskandar Muda menyampaikan dukungan penuh jajaran TNI dalam mendukung percepatan penanganan bencana di Aceh. Dukungan tersebut mencakup penguatan koordinasi lapangan, mobilisasi personel, serta bantuan pengamanan dan distribusi logistik ke wilayah terdampak. Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan TNI dinilai menjadi faktor penting dalam mempercepat proses pemulihan. Kerja sama yang erat diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat yang terdampak bencana.
Audiensi ini menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antarinstansi dalam pelaksanaan program rehabilitasi dan rekonstruksi di Aceh. Melalui koordinasi yang semakin solid, seluruh pihak berkomitmen mendukung percepatan pemulihan infrastruktur dan kehidupan masyarakat pascabencana. Program pemulihan diharapkan dapat berjalan secara terukur, akuntabel, dan berkelanjutan. Dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, proses rehabilitasi dan rekonstruksi dapat memberikan hasil yang optimal bagi masyarakat Aceh.
