Rehabilitasi Rampung, Bendung Krueng Pase Kembali Berfungsi Dukung Produktivitas Pertanian Aceh Utara
Aceh Utara, 5/5 – Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I telah merampungkan rehabilitasi dan rekonstruksi Bendung Krueng Pase di Kabupaten Aceh Utara. Infrastruktur ini sebelumnya mengalami kerusakan, sehingga mengganggu suplai air irigasi ke lahan pertanian masyarakat. Penyelesaian pekerjaan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mendukung swasembada pangan. Dengan selesainya rehabilitasi tersebut, sistem irigasi kini kembali siap dimanfaatkan oleh petani. Keberfungsian bendung ini menjadi harapan baru bagi peningkatan produktivitas pertanian di wilayah tersebut.
Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, melakukan kunjungan langsung ke Bendung Krueng Pase untuk meninjau hasil rehabilitasi yang telah dilakukan. Dalam kunjungan tersebut, Menteri memastikan seluruh infrastruktur telah berfungsi optimal dan siap mendukung kebutuhan irigasi. Peninjauan ini juga menjadi bentuk komitmen pemerintah dalam memastikan kualitas pembangunan yang telah dilaksanakan. Kehadiran Menteri sekaligus memberikan semangat kepada masyarakat, khususnya para petani yang terdampak. Pemerintah terus mendorong percepatan pemulihan agar aktivitas ekonomi masyarakat dapat kembali normal.
Pada kesempatan tersebut, Menteri PU secara simbolis melakukan pembukaan pintu air sebagai tanda dimulainya kembali aliran irigasi. Uji coba aliran air ini menunjukkan bahwa sistem irigasi di Bendung Krueng Pase telah berfungsi dengan baik dan mampu mengaliri jaringan yang ada. Pembukaan pintu air ini menjadi momen penting bagi petani, karena menandai kembalinya pasokan air ke lahan pertanian mereka. Dengan aliran air yang kembali normal, petani dapat segera memulai kembali masa tanam. Hal ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan produksi pertanian di wilayah Aceh Utara.
Rehabilitasi Bendung Krueng Pase merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto dalam mempercepat pemulihan sektor pertanian pascabencana. Dengan layanan irigasi yang kembali optimal, petani di sembilan kecamatan kini dapat kembali mengolah lahan secara maksimal. Program ini ditargetkan mampu meningkatkan indeks pertanaman dari sekitar 65 persen menjadi hingga 250 persen. Selain itu, petani juga diharapkan dapat meningkatkan frekuensi panen hingga dua kali dalam setahun. Upaya ini menjadi bagian penting dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
Daerah Irigasi Krueng Pase memiliki luas layanan mencapai 8.922 hektare yang mencakup jaringan saluran induk, sekunder, dan tersier. Seluruh jaringan tersebut telah direhabilitasi guna memastikan distribusi air berjalan optimal hingga ke lahan pertanian. Dengan berfungsinya kembali sistem irigasi ini, risiko kekeringan saat musim kemarau dapat diminimalkan. Selain itu, peningkatan produksi beras diharapkan dapat tercapai seiring dengan membaiknya layanan air. Keberhasilan rehabilitasi ini juga menjadi langkah nyata dalam mempercepat pemulihan kesejahteraan petani di Kabupaten Aceh Utara.
