Sosialisasi Pengadaan Tanah Jaringan Irigasi DI Baro Raya Suplesi Bendungan Rukoh Digelar di Pidie
Pidie, 13/3 – Sosialisasi pengadaan tanah untuk pembangunan pengembangan jaringan irigasi Daerah Irigasi (DI) Baro Raya Suplesi dari Bendungan Rukoh digelar di Kecamatan Keumala, Kabupaten Pidie. Kegiatan ini menjadi bagian dari tahapan persiapan pembangunan jaringan irigasi guna mendukung pengelolaan sumber daya air yang lebih optimal. Sosialisasi diikuti oleh masyarakat setempat, perangkat gampong, serta pihak terkait dalam proses pengadaan tanah. Melalui kegiatan ini, pemerintah memberikan penjelasan mengenai rencana pembangunan serta tahapan yang akan dilaksanakan. Diharapkan masyarakat dapat memahami proses yang berjalan sehingga pelaksanaan pembangunan dapat berlangsung dengan lancar.
Dalam sosialisasi tersebut, masyarakat mendapatkan informasi mengenai rencana trase jaringan irigasi, mekanisme pengadaan tanah, hingga tahapan pelaksanaan pembangunan. Penjelasan juga mencakup hak dan kewajiban masyarakat dalam proses pengadaan tanah sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dialog bersama warga menjadi bagian penting dalam kegiatan ini agar setiap pertanyaan dan kekhawatiran dapat dijawab secara terbuka. Dengan adanya komunikasi yang baik, diharapkan proses pembangunan dapat berjalan secara transparan dan partisipatif. Hal ini sekaligus menjadi upaya menjaga keterbukaan informasi kepada masyarakat.
Pembangunan jaringan irigasi suplesi DI Baro Raya direncanakan untuk mengoptimalkan pemanfaatan air dari Bendungan Rukoh menuju lahan pertanian di wilayah Pidie. Infrastruktur irigasi ini akan mendukung distribusi air secara lebih merata ke area persawahan. Dengan jaringan irigasi yang memadai, ketersediaan air bagi petani dapat terjaga sepanjang musim tanam. Kondisi tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian serta memperkuat ketahanan pangan di daerah. Selain itu, pengelolaan air yang baik juga dapat mengurangi potensi kekeringan pada musim kemarau.
Bendungan Rukoh sendiri merupakan salah satu infrastruktur sumber daya air strategis yang dibangun pemerintah untuk mendukung sektor pertanian di Aceh. Bendungan ini memiliki kapasitas tampungan sekitar 128 juta meter kubik dengan luas genangan lebih dari 700 hektare. Air yang tersimpan di bendungan tersebut direncanakan mampu melayani kebutuhan irigasi hingga sekitar 11.950 hektare lahan pertanian. Selain fungsi irigasi, bendungan ini juga berperan dalam pengendalian banjir serta penyediaan air baku bagi masyarakat. Keberadaan bendungan ini diharapkan mampu meningkatkan intensitas tanam dan produktivitas pertanian di wilayah Pidie dan sekitarnya.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan proses pengadaan tanah dan pembangunan jaringan irigasi dapat berjalan dengan baik serta mendapat dukungan dari masyarakat. Kolaborasi antara pemerintah dan warga menjadi kunci keberhasilan pembangunan infrastruktur sumber daya air. Dengan terbangunnya jaringan irigasi yang terintegrasi dengan Bendungan Rukoh, pemanfaatan air dapat dilakukan secara lebih efisien dan berkelanjutan. Upaya ini juga sejalan dengan komitmen pemerintah dalam memperkuat infrastruktur pertanian dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Infrastruktur irigasi yang andal diharapkan mampu mendorong peningkatan produksi pangan di wilayah Aceh.
