Update Penanganan Bencana Sumatra Capai Kemajuan Signifikan di Berbagai Sektor
Jakarta, 9/2 — Kementerian Pekerjaan Umum terus mempercepat penanganan pascabencana di wilayah Sumatra melalui berbagai sektor prioritas. Hingga awal Februari 2026, progres penanganan menunjukkan capaian yang semakin signifikan. Langkah percepatan dilakukan secara terpadu melalui kolaborasi pusat dan daerah. Fokus utama diarahkan pada pemulihan layanan dasar masyarakat. Upaya ini sekaligus memastikan aktivitas ekonomi warga dapat segera pulih secara bertahap.
Pada sektor air baku dan air bersih, progres keseluruhan telah mencapai 72,7 persen. Seluruh dua embung terdampak telah berhasil ditangani hingga 100 persen. Sebanyak 153 dari 176 SPAM terdampak telah kembali berfungsi atau setara 87 persen. Penanganan sumur bor dalam masih berjalan dengan capaian 16 persen dari 209 unit. Sementara itu, sumur bor dangkal mencapai progres 88 persen atau 15 dari 17 unit.
Di sektor irigasi, rawa, dan sungai, penanganan terus dilakukan pada berbagai bendung, sungai, serta muara terdampak. Progres penanganan pusat mencapai lebih dari separuh kegiatan yang direncanakan. Penanganan daerah juga berjalan meskipun masih membutuhkan percepatan tambahan di sejumlah titik. Upaya normalisasi dan penguatan infrastruktur dilakukan guna menekan risiko banjir susulan. Kegiatan ini sekaligus menjaga keberlanjutan layanan air bagi masyarakat dan pertanian.
Sektor konektivitas menunjukkan progres yang sangat baik dengan capaian nasional mencapai 100 persen untuk jalan dan jembatan terdampak. Di tingkat daerah, 2.186 dari 2.358 ruas jalan telah kembali fungsional atau sekitar 93 persen. Sementara itu, 717 dari 827 jembatan telah berfungsi kembali dengan capaian 87 persen. Pemulihan akses transportasi menjadi prioritas utama guna mendukung distribusi logistik. Kondisi ini membantu mempercepat mobilitas masyarakat dan pemulihan ekonomi lokal.
Pada sektor sanitasi dan persampahan, seluruh fasilitas terdampak baik TPA maupun IPLT telah tertangani 100 persen. Sementara itu, progres rumah hunian dan fasilitas umum secara keseluruhan telah mencapai 66 persen. Sebanyak 1.301 kepala keluarga di 13 lokasi masih dalam proses pembangunan hunian tetap dengan capaian 47 persen. Penanganan pembersihan kawasan telah mencapai 66 persen dari total target. Relokasi dua unit puskesmas juga terus berjalan dengan progres 85 persen untuk mendukung layanan kesehatan masyarakat.
